Sudah Kena Kanker Paru Masih Juga Tak Jera Merokok

Diposkan oleh admin on Senin, 11 April 2011

img
foto: Thinkstock
Winston-Salem, North Carolina, Berbagai risiko mulai dari jantung hingga impotensi tak selalu bikin kapok orang-orang yang merasa sudah kecanduan rokok. Bahkan ketika sudah positif kena kanker paru, 18 persen perokok tidak merasa perlu menghentikan kebiasaan buruknya.

Fakta ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh prof Kathryn E Weaver dari Wake Forest Baptist Medical Center. Penelitian yang dimuat dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention itu melibatkan 742 pasien kanker dari seluruh Amerika.

Dari seluruh pasien, 18 persen yang menderita kanker paru-paru gagal menghentikan kebiasaan merokoknya. Padahal seperti diketahui, saat ini pemicu terbesar kanker paru-paru adalah asap rokok diikuti dengan polusi kendaraan bermotor dan sebab-sebab lainnya.

Sementara untuk jenis kanker yang tidak berhubungan langsung dengan rokok yakni kanker kolorektal (usus besar dan anus), 12 persen pasien juga gagal berhenti merokok. Meski jenis kanker ini tidak menyerang saluran napas, rokok tetap diyakini sebagai salah satu faktor risikonya.

"Hambatan utama untuk berhenti merokok pada pasien kanker adalah fatalisme, yakni keyakinan bahwa sudah sangat terlambat untuk berhenti, jadi menurut mereka buat apa harus susah-susah berhenti?" ungkap Prof Weaver seperti dikutip dari Healthday, Minggu (9/4/2011).

Jika pasiennya saja tidak mau berhenti merokok, maka hal yang sama juga dialami oleh keluarga yang mendampinginya. Penelitian tersebut mengungkap, beberapa orang tidak merasa perlu untuk berhenti merokok meski keluarganya ada yang kena kanker.

Pada keluarga pasien kanker paru, tercatat 25 persen tetap merokok meski tahu hal itu bisa membahayakan pasien maupun dirinya sendiri. Sementara pada keluarga pasien kanker kolorektal, kebiasaan merokok tetap berlanjut pada sekitar 20 persen.

Prof Weaver mengatakan, tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok apalagi pada pasien kanker. Jika tidak segera dihentikan, rokok bisa memunculkan kanker di tempat lain (secondary cancer) maupun memperkecil peluang untuk sembuh karena racun rokok bisa mempengaruhi kerja obat.

Sekecil apapun, peluang untuk sembuh dari kanker selalu ada dan sudah banyak contoh kisah sukses melawan kanker. Kalaupun akhirnya tidak sembuh, paling tidak dengan berhenti merokok maka seseorang tidak lagi menyebar racun yang bisa memicu kanker pada orang lain di sekitarnya.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Search

Memuat...