Saat Jerawat Parah, Antibiotik Jadi Penolongnya

Diposkan oleh admin on Sabtu, 23 April 2011

img


Jerawat yang parah terkadang tidak mempan dengan obat-obat biasa. Beberapa kasus jerawat kadang mendapatkan pengobatan dengan antibiotik. Tapi pemberian obat keras ini tidak boleh sembarangan harus dengan izin dokter.

Tidak semua kasus jerawat memerlukan perawatan dengan antibiotik, karena antibiotik umumnya diberikan jika pasien memiliki tingkat jerawat yang parah, dalam hal ini tingkat keparahan dinilai oleh dokter yang memeriksa.

Umumnya jerawat yang tergolong parah termasuk nodular dan jerawat cystic. Dalam kasus tersebut ahli kulit akan meresepkan antibiotik terutama jika noda-noda yang muncul berisiko menjadi infeksi serius. Tapi jika jerawat hanya dipermukaan maka antibiotik tidak diperlukan.

Antibiotik yang diberikan akan bekerja dengan beberapa mekanisme, tapi yang paling penting adalah menurunkan jumlah bakteri di dalam dan di sekitar folikel, seperti dikutip dari Dermatology.about.com, Sabtu (23/4/2011).

Fungsi antibiotik lainnya adalah untuk mengurangi iritasi zat kimia yang diproduksi oleh sel darah putih, mengurangi konsentrasi asam lemak bebas di dalam sebum serta mengurangi respons inflamasi (peradangan).

Ada beberapa antibiotik yang biasanya diberikan untuk mengatasi jerawat yaitu:

Tetrasiklin
Antibiotik ini paling banyak diresepkan untuk jerawat, dosis yang diberikan makin lama makin berkurang seiring dengan penurunan lesi jerawat yang terlihat. Tapi antibiotik ini tidak boleh diberikan pada perempuan hamil atau anak-anak di bawah usia 9 tahun.

Erythromycin
Antibiotik ini memiliki sifat anti inflamasi yang membantu mengurangi kemerahan pada lesi (luka) jerawat serta membunuh bakteri. Dosis yang diberikan bervariasi tergantung dari tipe yang digunakan. Tapi antibiotik ini bisa menyebabkan sakit perut dan mual.

Minocycline
Antibiotik ini merupakan turunan dari tetrasiklin yang secara efektif sudah digunakan sebagai pengobatan jerawat. Dosis awal yang diberikan biasanya 50-100 mg per hari. Tapi efek samping yang muncul biasanya terjadi perubahan warna kulit dan gigi jika dikonsumsi untuk jangka waktu lama.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Search

Memuat...