Nostalgia Baik Membuat Orang Bahagia

Diposkan oleh admin on Kamis, 05 Mei 2011

img
 Tidak semua kenangan merupakan kenangan indah. Tak jarang orang mengalami kejadian buruk di masa lalu yang membuatnya trauma. Tapi dengan hanya mengingat-ingat kenangan baik dapat membantu orang merasa bahagia.

Sebuah studi yang dilakukan peneliti di San Francisco State University menunjukkan bahwa melihat kembali kenangan baik di masa lalu dapat membantu hari Anda saat ini berjalan dengan baik.

Sebaliknya, mengingat kenangan buruk dapat membuat orang menjadi lebih neurotik (gangguan pada urat saraf), murung, tertutup dan mempengaruhi kepuasan hidup secara keseluruhan.

Peneliti menyarankan orang untuk lebih fokus pada saat-saat bahagia dan mencoba 'membingkai ulang' momen-momen yang kurang menyenangkan untuk mengambil sesuatu hal yang lebih positif.

Dalam studi tersebut, peneliti mempelajari ciri kepribadian pada 750 partisipan melalui serangkaian tes. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa noltalgia memainkan peranan kunci dalam kepuasaan hidup secara keseluruhan.

Mengenang momen-momen baik dalam hidup dapat membuat orang lebih sedikit merasa menyesal, sehingga memiliki pandangan hidup yang lebih terbuka dan kehidupan yang positif.

"Orang yang melihat masa lalu dengan kacamata merah (kenangan baik) lebih bahagia daripada mereka yang fokus pada pengalaman negatif dan penyesalan," jelas Professor Ryan Howel dari San Francisco State University, seperti dilansir Dailymail, Kamis (5/5/2011).

Studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Personality and Individual Differences melihat bagaimana masing-masing partisipan dapat merangking 'lima besar ciri kepribadian'.

Ciri kepribadian tersebut adalah terbuka atau penuh dengan rahasia, ekstrovert atau introvert, cara menyetujui sesuatu (agreeable), ketelitian (conscientious) dan sifat neurotik.

"Kami menemukan bahwa orang yang sangat ekstrovert lebih bahagia dengan kehidupan mereka karena mereka cenderung untuk berpandangan positif terhadap nostalgia masa lalu," jelas Prof Howel.

Menurutnya, hasil studi ini bisa menjadi berita baik, karena walaupun mungkin sulit mengubah kepribadian seseorang, tetapi masih bisa mengubah pandangan terhadap waktu (masa lalu, sekarang dan masa depan) sehingga dapat meningkatkan kebahagiaan.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Search

Memuat...