Mumi Janin Berdiam di Perut Wanita Selama 30 Tahun

Diposting oleh admin on Sabtu, 02 April 2011

img
(Foto: thinkstock)
Dominika, Janin yang dikandung oleh seorang ibu harusnya dikeluarkan dari dalam tubuh. Tapi perempuan asal Dominika tidak mengetahui keberadaan janin di dalam perutnya, setelah 30 tahun janin tersebut sudah menjadi mumi.

Seorang perempuan berusia 59 tahun dari Republik Dominika telah menderita sakit perut yang parah selama beberapa dekade, tapi saat itu tidak ada yang tahu apa penyebab pastinya.

Setelah melakukan pemeriksaan X-ray ternyata diketahui bahwa tanpa sadar perempuan tersebut memiliki janin yang sudah mati dan membatu di dalam perutnya selama paling sedikit 30 tahun. Sisa-sisa mumi janin tersebut dikeluarkan dan diketahui memiliki berat 1,686 kg. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang pejabat kesehatan Dominika.

"Perempuan tersebut mengungkapkan bahwa pengalamannya selama sakit panjang ini tidak pernah mendapat perhatian medis yang memadai," ujar Miladys Roman, kepala dokter kandungan dari Luis Eduardo Aybar Hospital di Santo Domingo, seperti dikutip dari Foxnews, Jumat (1/4/2011).

Tapi minggu ini ia datang ke rumah sakit umum dengan keluhan rasa sakit yang hebat di daerah perutnya dan saat itulah diketahui ia memiliki janin yang membatu atau anak batu yang kemungkinan berasal dari usia kehamilan 3-5 bulan.

Perempuan tersebut mengaku terkejut dengan apa yang ditemukan dokter dalam perutnya. Ia mengaku kaget saat diberitahu mengalami kehamilan yang begitu lama dan ia tidak pernah menyadari bahwa perutnya membesar.

Sepuluh tahun sebelumnya di Meksiko ditemukan perempuan 86 tahun yang dirawat di rumah sakit karena memiliki keluhan pencernaan, ternyata diketahui mengandung mumi janin dalam perutnya selama kurang lebih 60 tahun. Selain itu pada tahun 1996 dokter juga menemukan janin yang sudah mati di dalam perut perempuan Brazil selama 15 tahun.

Mumi janin atau janin yang membatu ini memang jarang terjadi, tapi beberapa kasus ditemukan oleh dokter. Dalam istilah medis kondisi ini disebut dengan Lithopedion yang telah dikenal sejak tahun 1557.

Dalam laporan yang dimuat Illinois Medical Journal diketahui bahwa lithopedion adalah janin batu yang dihasilkan dari kehamilan usia 3-4 bulan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kehamilan ektopik atau hamil di luar rahim.

Pada kehamilan ektopik janin akan melekat di saluran telur dan kemudian tumbuh yang menyebakan beberapa bagian jatuh ke dalam rongga perut. Secara bertahap janin di dalam rongga perut ini akan mengalami pengerasan.
Selengkapnya → Mumi Janin Berdiam di Perut Wanita Selama 30 Tahun

Payudara Besar Belum Tentu Berisi ASI Banyak

Diposting oleh admin

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Banyak yang percaya bahwa wanita yang memiliki payudara besar akan mudah memproduksi air susu ibu (ASI) saat melahirkan dan memiliki bayi nantinya. Benarkah demikian?

Ukuran payudara biasanya akan meningkat selama kehamilan terutama selama trimester ketiga saat alveoli (sel yang memproduksi ASI) dan milk duct (saluran yang membawa ASI ke puting) tumbuh dan berkembang secara signifikan.

Tetapi ukuran payudara tidak mempengaruhi berapa banyak ASI yang bisa dihasilkan, karena ukuran payudara lebih tergantung pada jumlah pendukung dan lemak jaringan fibrosa dari jumlah kelenjar susu.

Wanita dengan payudara besar tidak selalu menghasilkan ASI lebih banyak, karena ukuran payudara tidak ada hubungannya dengan kemampuan memproduksi ASI dan menyusui, seperti dilansir DiscoveryHealth, Jumat (1/4/2011).

Produksi ASI dirangsang oleh hormon dan stimulasi payudara atau frekuensi menyusui. Semakin meningkat frekuensi menyusui maka suplai ASI pun akan meningkat, meskipun banyak faktor yang mempengaruhi produksi ASI seperti kelelahan, stres dan depresi. Tapi ukuran payudara bukanlah salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah ASI.

Payudara besar memang memiliki kapasitas penyimpanan ASI yang lebih besar, yang berarti bahwa bayi akan bisa minum lebih banyak ASI pada satu waktu. Tetapi ini tidak berarti bahwa payudara besar menghasilkan ASI yang banyak.

Yang sering terjadi adalah wanita dengan payudara besar akan mengalami beberapa masalah saat memberikan ASI. Kebanyakan ibu dengan payudara besar mungkin mengalami pendarahan atau mastitis (peradangan pada jaringan payudara).

Masalah ini biasanya terjadi karena ibu dengan payudara besar sulit menemukan posisi yang pas untuk menyusui, seperti dilansir about.com. Ibu dengan payudara besar harus meluangkan waktu sedikit untuk menemukan posisi sempurna untuk menyusui bayinya.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui, jangan menyerah untuk menyusui tanpa berbicara dengan konsultan laktasi atau dokter anak Anda.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan suplai ASI dan kesulitan menyusui dapat dialami oleh banyak wanita tanpa memandang ukuran payudaranya.


Selengkapnya → Payudara Besar Belum Tentu Berisi ASI Banyak

Beda Masturbasi pada Laki-laki dan Perempuan

Diposting oleh admin

img
foto: Thinkstock
New York, Masturbasi atau memuaskan diri sendiri tidak hanya dilakukan oleh laki-laki, sebagian perempuan juga melakukannya. Ada perbedaan di antara keduanya, baik menyangkut metode yang digunakan maupun fantasi yang dibayangkan saat masturbasi.

Perbedaan itu terungkap dalam sebuah riset yang dilakukan oleh 2 ilmuwan Amerika Serikat, William H Masters dan Virginia E Johnson pada tahun 1987. Dalam riset tersebut, kedua peneliti membandingkan metode yang dipakai oleh laki-laki dan perempuan saat melakukan masturbasi.

Teknik Pria

Untuk mencapai orgasme secara mandiri, sebagian besar laki-laki menggunakan salah satu tangannya untuk mengasilkan rangsang seksual. Sisanya menggunakan teknik lain, yakni sebagai berikut:

  1. Stimulasi penis dengan tangan (82 persen)
  2. Menggesek-gesekkan penis pada bantal (13 persen)
  3. Memasukkan penis pada suatu obyek (3 persen)
  4. Menggunakan boneka atau vagina buatan (1 persen)
  5. Lain-lain (1 persen).
Teknik Wanita

Sama seperti laki-laki, sebagian besar perempuan juga menggunakan tangan untuk menghasilkan rangsang seksual. Bedanya ada pada teknik lain yang digunakan, yang lebih bervariasi dibandingkan laki-laki yakni sebagai berikut:

  1. Menggunakan stimulasi tangan pada vagina dan klitoris (48 persen)
  2. Stimulasi dengan vibrator (26 persen)
  3. Memasukkan jari atau obyek lain ke dalam vagina (10 persen)
  4. Menggesek-gesekkan vagina pada suatu obyek (6 persen)
  5. Meremas-remas paha dan bokong (4 persen)
  6. Menyemprotkan air ke vagina (4 persen)
  7. Lain-lain (2 persen).
Menariknya, tidak ada satupun dari 265 perempuan berusia 18-35 tahun yang melakukan masturbasi hanya dengan cara meremas-remas payudara. Seperti dikutip dari Yqyq.net, Jumat (1/4/2011) teknik ini kadang dilakukan sebagai pelengkap dan jarang dijadikan rangsang utama untuk mencapai orgasme.

Perbedaan lain terletak pada fantasi yang dibayangkan laki-laki dan perempuan saat melakukan masturbasi. Meski ada kesamaan pada jenis fantasi yang paling populer dan yang paling jarang dibayangkan, namun persentase masing-masing fantasi berbeda pada kedua jenis kelamin.

Fantasi Pria

Fantasi yang paling banyak dibayangkan laki-laki saat melakukan masturbasi adalah sebagai berikut:

  1. Fantasi erotik dengan sembarang perempuan (86 persen)
  2. Fantasi hubungan intim dengan sembarang perempuan (71 persen)
  3. Membayangkan adegan erotik dengan orang yang berbeda-beda (49 persen)
  4. Mengingat-ingat adegan-adegan seksual dalam film erotik (28 persen)
  5. Mengingat-ingat gambar-gambar erotik dalam buku atau majalah (50 persen)
  6. Mengingat-ingat teman perempuan atau rekan kerja yang seksi (25 persen).
Fantasi Wanita

Fantasi yang paling banyak dibayangkan perempuan saat melakukan masturbasi:

  1. Fantasi erotik dengan sembarang laki-laki (63 persen)
  2. Fantasi hubungan intim dengan sembarang laki-laki (51 persen)
  3. Membayangkan adegan erotik dengan orang yang berbeda-beda (31 persen)
  4. Mengingat-ingat adegan-adegan seksual dalam film erotik (20 persen)
  5. Mengingat-ingat gambar-gambar erotik dalam buku atau majalah (25 persen)
  6. Mengingat-ingat teman atau rekan kerja yang tampan (15 persen).

Selengkapnya → Beda Masturbasi pada Laki-laki dan Perempuan

Makanan Pelawan Lemak Jahat

Diposting oleh admin

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Mendengar kata lemak selRata Penuhalu menakutkan bagi kebanyakan orang, karena lemak merupakan faktor penyebab berbagai penyakit berbahaya seperti penyakit jantung. Lemak berlebih di dalam tubuh biasanya berasal dari makanan, tapi makanan tertentu juga dapat membantu melawan lemak. Apa saja?

Lemak merupakan molekul-molekul alam yang tak dapat larut dalam air. Hal inilah yang menyebabkan jika orang terlalu banyak makan lemak akan menjadi gemuk.

Berikut beberapa makanan yang bisa membantu melawan lemak jahat, seperti dilansir Lifemojo, Sabtu (2/4/2011):

1. Almond
Menurut studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Obesity, orang yang makan 85 gram (sekitar 3 ons) almond setiap hari, dapat mengurangi berat badan dan indeks massa tubuh (BMI) 18 persen dibandingkan dengan pengurangan 11 persen pada pelaku diet non-almond.

Kacang ini tinggi alpha-linolenic acid (ALA), yang dapat mempercepat metabolisme lemak. Almond juga tinggi serat, protein dan jenis lemak baik yang memenuhi selera Anda, sehingga bisa menghindari mengemil atau makan berlebih. Makan segenggam almond (tidak lebih dari 12) sehari-hari untuk mendapatkan manfaatnya.

2. Buah yang mengandung vitamin C
Menurut penelitian yang dilakukan di Arizona State University, orang yang mengonsumsi vitamin C dalam jumlah yang memadai yang terdapat pada buah-buahan segar seperti jeruk, stroberi, raspberry, dapat mengoksidasi 30 persen lebih lemak saat melakukan latihan normal.

Para peneliti menemukan bahwa vitamin C dalam aliran darah berkorespondensi langsung dengan kemampuan tubuh untuk membakar lemak sebagai sumber energi. Ini digunakan dalam tubuh untuk membuat karnitin, yaitu suatu zat yang membantu sel-sel membakar lemak untuk energi. Ketika vitamin C yang kurang, karnitin tidak bisa melakukan tugasnya.

3. Ikan
Ikan tidak hanya membuat jantung Anda sehat, tetapi juga mengecilkan pinggang. Asam lemak omega-3 meningkatkan sensitivitas insulin yang membantu membangun otot dan mengurangi lemak perut. Lebih banyak otot ebih baik untuk kapasitas pembakaran lemak tubuh seseorang.

4. Kedelai
Kedelai mengandung lesitin yang membantu sel-sel agar tidak menumpuk lemak. Ini juga akan memecah simpanan lemak dalam tubuh. Lesitin kedelai juga menurunkan kolesterol dan trigliserid, serta meningkatkan HDL (kolesterol baik).

5. Tomat
Tomat mengandung oligofructose, yaitu serat yang membantu mempertahankan efek cholecystokinin (CCK) di perut. CCK adalah hormon yang dikeluarkan oleh usus kecil dalam menanggapi adanya lemak dan membantu meningkatkan perasaan kenyang dengan mengencangkan katup antara perut dan usus. Hal ini membuat Anda untuk makan tidak terlalu banyak.

Tomat juga dikemas dengan vitamin C yang membantu dalam produksi karnitin. Penelitian telah menunjukkan bahwa karnitin dapat membantu mempercepat kemampuan tubuh membakar lemak hingga sepertiga.
Selengkapnya → Makanan Pelawan Lemak Jahat

Orang Gemuk Sering Menderita Karena Stigma Negatif

Diposting oleh admin on Jumat, 01 April 2011

img
foto: Thinkstock
Phoenix, Pemilik tubuh gemuk memang berisiko mengalami gangguan fisik yang serius termasuk diabetes dan serangan jantung. Namun risiko gangguan psikologis kadang tak kalah serius, yakni stres menghadapi berbagai stigma negatif tentang kegemukan.

Stigma negatif yang sering dialamatkan kepada penderita kegemukan contohnya adalah, orang gemuk biasanya malas, jelek dan tidak laku-laku. Bahkan ada juga stigma yang berpotensi memicu diskriminasi di tempat kerja, yakni bahwa orang gemuk tidak punya kontrol diri.

Pandangan seperti ini berkembang di masyarakat yang mengagungkan tubuh langsing sebagai daya tarik fisik misalnya Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Di negara-negara barat, tubuh langsing seperti boneka Barbie selalu menjadi idola dan sering memicu anoreksia atau gangguan pola makan di kalangan remaja putri.

Kini stigma negatif semacam itu bukan lagi monopoli negara barat, tetapi sudah mulai meluas ke wilayah lain yang bahkan sejak dulu tidak punya tradisi bertubuh kurus. Di antaranya adalah Samoa, negara kepulauan di Samudra Pasifik yang pernah tercatat sebagai negara dengan penduduk paling banyak menderita kegemukan.

Dalam survei terbaru yang dilakukan Dr Alexandra Brewis dari Arizona State University, saat ini Samoa justru termasuk salah satu negara yang paling banyak memberikan stigma negatif terhadap orang gemuk. Negara lain yang juga banyak memberikan stigma negatif adalah Meksiko dan Paraguay.

Dr Brewis mengungkap, masyarakat di Amerika Serikat dan Inggris yang mewakili negara Eropa justru sudah tidak banyak memberikan stigma negatif. Diduga karena saat ini jumlah penderita kegemukan baik overweight maupun obesitas makin meningkat di wilayah tersebut.

"Kami khawatir merebaknya stigma negatif terhadap penderita kegemukan justru memicu penderitaan baru yang sebelumnya tidak ada," ungkap Dr Brewis dalam laporannya yang dimuat di jurnal Current Anthropology, seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Jumat (31/3/2011).

Penderitaan baru yang dimaksud Dr Brewis antara lain bullying (olok-olok) dan diskriminasi untuk urusan pekerjaan maupun akses untuk mendapatkan pelayanan di fasilitas umum. Untuk menindaklanjuti temuan ini, ia akan meneliti sejauh mana pengaruh stigma negatif yang berkembang terhadap perilaku diskriminatif dari lingkungan.
Selengkapnya → Orang Gemuk Sering Menderita Karena Stigma Negatif

Terlalu Banyak Tertawa Bikin Daya Ingat Tidak Tajam

Diposting oleh admin

img
foto: Thinkstock
Columbia, Penelitian membuktikan, daya ingat mengalami penurunan saat seseorang terlalu banyak tertawa atau berada dalam suasana hati yang gembira.

Fenomena ini dapat menjelaskan mengapa orang menjadi agak pelupa saat berada dalam sebuah pesta. Misalnya ketika bertukar nomor telepon dengan rekan lama dalam sebuah acara yang penuh canda tawa, jika tidak dicatat seringkali akan langsung lupa begitu sampai di rumah.

Lain halnya saat seorang guru matematika yang galak menyuruh siswanya menghafal hitung-hutingan perkalian. Suasana hening yang menegangkan kadang-kadang justru membuat ingatan lebih tajam sehingga lebih mudah menghafal perkalian 1 sampai 100.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Elizabeth Martin dari University of Missouri menunjukkan, emosi positif misalnya gembira dan senang justru mengurangi kemampuan mengingat untuk sesaat. Meski begitu, emosi negatif juga tidak serta merta meningkatkan daya ingat.

Dalam eksperimen yang dilakukannya, Dr Martin melibatkan sejumlah relawan yang dibagi menjadi 2 kelompok. Satu kelompok dipertontonkan beberapa video lucu, sedangkan kelompok yang lain dipertontonkan video tutorial pemasangan ubin yang pastinya membosankan.

Usai menonton video, seluruh pastisipan menjalani serangkaian tes untuk mengukur daya ingat. Tes itu berupa sederet angka yang diberikan secara lisan melalui earphone, lalu partisipan diminta menyebutkan beberapa angka dalam deret tersebut.

Dibandingkan partisipan yang menonton video tutorial pemasangan ubin, partisipan yang menonton video lucu lebih banyak melakukan kesalahan. Perbedaannya cukup signifikan sehingga Dr Martin menyimpulkan bahwa emosi positif bisa mengurangi daya ingat.

"Namun emosi positif juga tidak selamanya buruk. Meski daya ingat menurun, seseorang yang memiliki emosi positif biasanya justru memiliki problem solving (kemampuan memecahkan masalah) yang lebih kreatif," ungkap Dr Martin dalam laporannya di jurnal Cognition and Emotion, seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Kamis (31/3/2011).
Selengkapnya → Terlalu Banyak Tertawa Bikin Daya Ingat Tidak Tajam

Minum 6 Gelas Teh Sama Seperti Minum 1,5 Liter Air Putih

Diposting oleh admin

img
foto: Thinkstock
Jakarta, Air putih merupakan cairan yang paling dibutuhkan untuk hidrasi tubuh. Tapi penelitian baru juga menunjukkan bahwa teh memiliki sifat hidrasi yang sama dengan air putih.


Penelitian terbaru yang dilakukan di Inggris telah menemukan bahwa minum teh 4 sampai 6 gelas per hari sama artinya dengan minum 1,5 liter air.

Hidrasi yang tepat pada tubuh sangatlah penting. Air diperlukan untuk memainkan fungsi di otak, ginjal dan jantung. Hidrasi yang tepat membantu menjaga sendi dan pelumasan otot. Air bahkan bisa membantu Anda dalam menurunkan berat badan dengan menekan nafsu makan dan mempercepat metabolisme.

Penelitian telah menunjukkan bahwa teh tidak menyebabkan dehidrasi (kekurangan air) tetapi justru memiliki sifat hidrasi yang hampir sama dengan air putih.

Dalam penelitian ini, peneliti meminta 21 orang laki-laki usia rata-rata 36 tahun untuk mengonsumsi teh. Selama 12 jam, partisipan tersebut diminta untuk minum 240 ml teh dengan 20 ml susu semi-skim dan tanpa gula dengan air yang mendidih.

Pada tes yang serupa, pastisipan diminta untuk mengulang minum 6 gelas teh atau sekitar 1,5 air putih.

Untuk memeriksa tingkat hidrasi, sampel darah diambil sebelum konsumsi minuman dan juga secara berkala.

Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa teori yang mengungkapkan minum teh bisa meningkatkan risiko dehidrasi pada seseorang karena mengandung kafein adalah tidaklah benar.

Ahli gizi di Tea Advisory Panel menemukan bahwa 6 gelas teh dan 1,5 liter air putih memberikan hidrasi yang sama, seperti dilansir Medindia, Jumat (1/4/2011).

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition.

Manfaat dari teh tidak hanya untuk merehidrasi, tapi juga melindungi tubuh terhadap beberapa penyakit seperti jantung dan kanker. Para ahli percaya bahwa senyawa antioksidan flavonoid yang menjadi bahan utama teh bisa meningkatkan kesehatan. Tapi perlu diperhatikan bahwa manfaat teh dapat diperoleh bila gula yang ditambahkan tidak berlebihan.
Selengkapnya → Minum 6 Gelas Teh Sama Seperti Minum 1,5 Liter Air Putih

Search