Paman Ketagihan! Aku Digauli Hingga Sembilan Kali

Diposkan oleh admin on Sabtu, 21 Mei 2011

Tersangka pemerkosa keponakan sendiri, Darmin (30) yang nyaris minggat ke Pulau Jawa dijemput paksa tim Buser Polsek Betung.

Bunga (13) -bukan nama sebenarnya- warga Kelurahan Betung Kecamatan Betung, Banyuasin harus menanggung malu dan menderita.

Siswi SMP salah satu sekolah swasta di Kelurahan Betung ini menjadi korban perkosaan sebanyak sembilan kali oleh pamannya sendiri Darmin (30).



Aksi bejat yang dilakukan pamannya ini baru terbongkar, setelah Bunga dibujuk ibunya yang curiga dengan tingkah dari anak gadisnya tersebut, dan kondisi itu dipertegas dari hasil visum RSUD Banyuasin yang menyebut bagian vital Bunga sudah rusak dan robek.

Mendengar itu, orangtua korban ED langsung melapor ke Mapolsek Betung, Kamis (12/5) dan dengan gerak cepat petugas buser Polsek Betung langsung mengamankan tersangka yang sudah memiliki istri dan 2 orang anak hendak melarikan diri ke pulau Jawa.

Informasi yang berhasil dihimpun, aksi bejat sang paman ini dimulai sekitar bulan April 2011. Saat itu korban sedang sendirian di rumah di malam hari sekitar pukul 19.00 dan menjaga warung milik ibunya yang ada di dalam rumah.

Diduga, situasi ini dimanfaatkan pelaku dengan berpura-pura membeli rokok. Di saat itulah, pelaku tergiur dengan tubuh korban dan langsung mendekapnya dari belakang. Korban yang terkejut langsung terjatuh ke lantai, kemudian mulut korban langsung disekap sehingga tidak bisa bergerak.

Di saat itulah, korban tidak berdaya melayani nafsu bejat pelaku hingga satu kali. Korban yang ketakutan, langsung diancam pelaku untuk tidak menceritakan masalah ini kepada keluarga, apalagi korban sempat diancam dibunuh jika kejadian ini sampai terdengar orang lain.

Nah, usai kejadian tersebut, ternyata pelaku ketagihan dan selalu meminta jatah kepada anak pertama dari dua bersaudara ini. Bahkan, aksi pemerkosaan ini berulang kali terjadi sebanyak 9 kali.

Ayah korban, Ed (35) ketika dihubungi menjelaskan, jika aksi tetangga dan keluarganya tersebut baru terbongkar setelah salah satu teman korban menceritakan kejadian yang menimpa anaknya tersebut.

“Selama ini kami tidak tahu, karena dia itu murung dan diam saja. Terus, ada teman sekolah dia yang bilang, kalau anak saya itu sering diajak keluar oleh tetangga saya itu ke kebun karet yang ada di belakang rumah, dan digituin. Saya sempat tidak percaya, mana mungkin anak saya yang kecil itu bisa berbuat demikian,” ujar Ed.

Lama-lama, ayah korban merasa curiga dan meminta istri dan bibik dari korban untuk bertanya langsung. Setelah dibujuk dan dirayu, akhirnya korban membuka mulut dan mengatakan kalau sudah diperkosa oleh pelaku sebanyak 9 kali.

“Ketika mendengar itu, saya langsung ke Polsek Betung untuk melaporkan kejadian ini. Terus, saya bawa anak ke Bidan Maryati di Betung untuk divisum. Di sana sangat jelas jika kemaluan anak saya itu sudah rusak,” ujarnya.

Setelah dipastikan bahwa korban menjadi korban pemerkosaan, pelaku langsung dijemput paksa oleh tim Buser Polsek Betung. Di hadapan petugas yang memeriksanya, pelaku membantah jika sudah menodai korban dengan paksaan.

“Kami suka sama suka Pak, tidak ada paksaan. Malah, saya mau tanggung jawab dan bersedia menikahinya. Saya suka sama dia, dan juga sebaliknya,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Banyuasin AKBP Drs Ahmad Zaenudin melalui Kapolsek Betung AKP Daswir Pasaribu SH membenarkan, jika telah menerima laporan pemerkosaan dari ayah korban, dan langsung menangkap pelaku di kediamannya yang berada di Bangun Rejo.

“Tersangka sudah kita amankan dan masih menjalani pemeriksaan. Pelaku dijerat KUHP Pasal 285 dan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara 15 tahun penjara,” tandasnya.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Search

Memuat...