Nilai Berat Badan Siswa Dimasukkan dalam Rapor

Diposting oleh admin on Selasa, 19 April 2011

img


Berbagai cara dilakukan negeri jiran Malaysia untuk melawan kegemukan. Tak cukup dengan melarang penjualan junk food di kantin sekolah, berat badan para siswa di Malaysia juga dimasukkan sebagai salah satu komponen penilaian di rapor.

Terobosan ini dilakukan agar orangtua murid bisa ikut menilai kondisi kesehatan putra-putrinya. Murid yang berat badannya tidak ideal akan diberi penilaian berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) apakah tergolong underweight, overweight atau bahkan obesitas.

"Dengan mencantumkan IMT di rapor, diharapkan orangtua punya pedoman untuk menilai kondisi anaknya apakah berat badannya normal atau tidak," ungkap Menteri Kesehatan Malaysia, Liow Tiong Lai seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (19/4/2011).

Dikabarkan para guru dan orangtua murid sangat mendukung kebijakan tersebut karena dinilai bakal menguntungkan semua pihak. Orangtua yang mengetahui bahwa berat badan anaknya tidak normal bisa segera mengonsultasikannya ke klinik dan bersama-sama mencarikan solusinya.

Untuk mendukung kebijakan itu, larangan untuk menjual makanan cepat saji (junk food) serta minuman ringan (softdrink) juga akan diberlakukan dengan ketat di kantin-kantin sekolah. Dagangan berlemak dan banyak mengandung gula itu dikategorikan tidak sehat karena bisa memicu kegemukan.

Bukan hanya di kantin, pedagang gorengan pinggir jalan yang berjualan di lingkungan sekolah juga tak luput dari penertiban.Pedagang-pedagang tersebut tidak boleh masuk ke halaman sekolah dan hanya boleh menjajakan gorengan setelah jam pelajaran berakhir.

Tiong Lai mengatakan, kebijakan ini diambil untuk mengatasi masalah obesitas di negara itu. Data terbaru dari organisasi kesehatan dunia WHO menempatkan Malaysia sebagai negara dengan jumlah penderita obesitas terbanyak di Asia Tenggara dan peringkat ke-6 dari seluruh Asia.

Diperkirakan, jumlah seluruh penderita obesitas maupun overweight di Malaysia mencapai sepertiga dari populasi penduduk. Dari kelompok usia sekolah atau sekitar 18 tahun ke bawah, yang termasuk kategori obesitas saja sudah mencapai 1,7 juta jiwa.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar

Search