Menkes: Kena Kanker, Why Not?

Diposkan oleh admin on Minggu, 10 April 2011

img
Lampion YKI (detikHealth)
Jakarta, Tak semua orang menyadari bahwa kanker bisa menyerang siapapun. Di sisi lain kanker selalu dianggap vonis mati, begitu didiagnosis rasanya hidup berakhir saat itu juga. Padahal sekecil apapun, selalu ada peluang untuk sembuh dari kanker.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan kanker adalah penyakit unik. Banyak yang meremehkan, dalam arti menganggap dirinya tidak mungkin kena kanker, namun begitu terdiagnosis maka keluhannya kurang lebih sama yakni "kenapa harus saya?"

Sebagian orang meremehkan ancaman kanker karena mengira dirinya tidak mungkin kena jika keluarganya tidak ada yang punya riwayat kanker. Padahal banyak faktor lain yang memicu kanker, termasuk rokok dan juga polusi yang hampir tidak mungkin dihindari oleh siapapun.

Oleh karenanya jika orang-orang tersebut kemudian terdiagnosis kanker, maka yang terjadi adalah panik dan putus asa karena pasti tidak pernah menyangka sebelumnya. Diagnosis kanker bagaikan vonis mati, rasanya ajal hanya tinggal menunggu waktu.

Padahal menurut Endang yang juga didiagnosis kanker paru-paru sekitar 5 bulan yang lalu, kanker jika dilihat secara proporsional sebenarnya tidak berbeda dengan penyakit lainnya. Sama-sama bisa dicegah dan bisa diobati hingga sembuh asalkan terdeteksi sejak dini.

"Kalau saya diberi kanker, why not? Ini salah satu anugerah yang lain dari Allah," ungkap Endang dalam aksi jalan kaki 12 jam "Kami Bertindak!" menyambut ulang tahun ke-34 Yayasan Kanker Indonesia di Lapangan Blok-S, Kebayoran Baru, Sabtu malam (9/4/2010).

Sikap optimistis Endang dalam menghadapi vonis kanker paru-paru tidak berlebihan, karena jika disikapi dengan negatif maka kanker biasanya malah memburuk. Pasalnya, stres termasuk faktor yang mempersulit penyembuhan dan bahkan bisa memicu kekambuhan kanker.

Apalagi dengan teknologi kedokteran yang semakin canggih, banyak penderita kanker yang akhirnya bisa sembuh dan hidup sehat hingga bertahun-tahun setelah didiagnosis. Salah satunya adalah rekan Endang sesama menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Linda Amalia Sari Gumelar.

"Kurang lebih 16 tahun lalu saya didiagnosis breast cancer (kanker payudara) dan saya bersyukur bisa melewatinya. Kuncinya adalah berpikir positif," ungkap Linda yang saat ini menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kisah sukses sembuh dari kanker juga dialami aktris senior Rima Melati yang selama hidupnya pernah merasakan ganasnya kanker usus dan payudara. Bertahun-tahun hidup dengan kanker, Rima yang kini berusia 71 tahun akhirnya sembuh setelah berobat ke Belanda tahun 1990.

"Sudah 21 tahun dan Anda bisa lihat sampai sekarang saya masih hidup. Kondisi saya baik dan selalu dikontrol setiap 3 tahun," kata Rima kepada detikHealth usai berpartisipasi menerbangkan lampion untuk mengenang para penderita kanker yang telah meninggal.

Tetapi mengingat pengobatan kanker tidak mudah dan biayanya juga tidak murah, Endang selaku Menkes menekankan bahwa mencegah selalu lebih baik daripada harus mengobati. Langkah-langkah pencegahan kanker menurut Endang ada 7 poin yakni sebagai berikut.


  1. Menjaga kebersihan diri sendiri
  2. Menjaga kebersihan lingkungan
  3. Makan teratur dengan menu seimbang
  4. Menjaga berat badan agar tetap dalam batas ideal
  5. Melakukan aktivitas fisik dengan teratur dan terukur
  6. Tidak merokok dan minum alkohol
  7. Menghindari stres.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Search

Memuat...