Jika Sudah 'Kenal', Perempuan Lebih Mudah Kecanduan Kokain

Diposkan oleh admin on Kamis, 24 Maret 2011

img

Jakarta, Pecandu kokain sangat sulit berhenti dari jeratan obat terlarang tersebut karena kandungannya yang begitu bikin ketagihan. Tapi tahukah Anda bahwa perempuan lebih mudah kecanduan kokain ketimbang laki-laki?

Sebuah studi yang telah dipublikasikan pada jurnal Biology of Sex Differences menunjukkan bahwa perempuan dapat mengembangkan kecanduan kokain lebih kuat daripada laki-laki.

Lingkungan sangat berpengaruh pada orang yang kecanduan kokain, maka itu jika sudah 'kenal' dengan barang-barang seperti itu, perempuan akan terlibat lebih dalam ketimbang laki-laki.

Perempuan dapat menggunakan kokain lebih dulu dan melalui tahapan kecanduan lebih cepat. Perempuan juga lebih terpengaruh oleh efek candu kokain, sehingga menggunakannya lebih banyak dibandingkan laki-laki.

Yang menjadi penyebab adalah adanya hormon estrogen dalam tubuh perempuan, seperti dilansir Medindia, Kamis (24/3/2011).

Dijelaskan di dalam jurnal tersebut bahwa hormon perempuan tersebut dapat menunjukkan beberapa efek, seperti merasakan kesenangan yang luar biasa ketika menghisap kokain saat kadar estradiol (hormon seks sebagai indikator kesuburan perempuan) meningkat selama siklus menstruasi.

Hal ini karena adanya perbedaan neurobiological pada otak. Beberapa bagian otak diketahui sensitif atau peka terhadap kadar estradiol pada perempuan. Aktivasi reseptor estrogen juga mempengaruhi neuron corticotropin releasing hormone (CRH) atau hormon yang berpengaruh terhadap respons stres) di bagian hypothalamic paraventricular nucleus (PVN), sehingga menambahkan efek candu terhadap kokain.

Kokain merupakan salah satu obat-obatan terlarang yang dapat menyebabkan kecanduan parah. Penggunaan kokain dapat dilakukan dengan dirokok, diendus atau disuntikkan langsung ke dalam darah.

Kokain dapat merangsang sistem saraf dan membuat penggunanya mengalami euforia.

Efek candu kokain yang kuat memaksa penggunanya untuk menggunakan obat terlarang tersebut berulang kali. Bila keinginan menghisap kokain tidak terpenuhi, pecandu biasanya akan mengalami gejala withdrawal (efek penarikan atau sakau).

Selain kecanduan, penggunaan kokain dengan cara disuntikkan juga dapat menyebarkan penyakit seperti HIV dan hepatitis B.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Search

Memuat...