Jangan Ada Rahasia dengan Dokter Jantung

Diposkan oleh admin on Jumat, 18 Februari 2011

img

Saat berkonsultasi kadang pasien menyembunyikan kondisinya pada dokter dan menjawab semuanya baik-baik saja. Tapi ada 5 hal yang sebaiknya tidak dirahasiakan pasien pada dokter jantungnya.

"Ada berbagai alasan yang membuat pasien tidak memberikan informasi jujur mengenai dirinya, kadang mereka malu, kadang tidak mampu membayar pengobatan atau mungkin merasa takut dokternya akan marah," ujar Dr Nieca Goldberg, direktur Women's Heart Program di New York University, seperti dikutip dari CNN, Jumat (18/2/2011).

Namun ahli jantung menuturkan bisa saja kekhawatiran tertentu bisa berakibat fatal jika tidak diberitahu. Berikut ini adalah 5 rahasia yang sebaiknya tidak disembunyikan pada dokter jantung yaitu:

1. Mengonsumsi vitamin, suplemen atau obat herbal lainnya
Obat alternatif dan herbal memang bisa membantu seseorang mengatasi kondisi kronisnya, tapi para ahli jantung memperingatkan untuk tidak sembarangan minum. Hal ini karena ada suplemen tertentu yang bisa menimbulkan risiko serius bagi orang-orang yang diketahui mengonsumsi obat untuk penyakit jantung.

2. Jika menjalani tes dengan dokter lainnya
Pasien kadang malu untuk mengakui bahwa ia menerima pendapat kedua atau melakukan tes pemeriksaan tambahan. Hal ini tentu saja untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang lebih baik. Jika memang menjalani tes tambahan seperti tes darah, EKG, echocardiogram atau angiogram, maka hasil itu sebaiknya dibawa pada saat kunjungan sehingga dokter bisa memahami kondisi yang sebenarnya dan memaksimalkan perawatan.

3. Jika lupa mengonsumsi obat
Golberg menuturkan pasien biasanya sering berbohong mengenai obat untuk tekanan darah atau kolesterol. Padahal jika seseorang mengaku tetap mengonsumsi obat tapi hasil tekanan darah atau kolesterolnya tidak bagus, maka bisa saja dokter akan meresepkan dosis yang lebih tinggi lagi. Hal ini bisa sangat berisiko dan menimbulkan masalah.

4. Berbohong mengenai kondisi kehidupannya
Beberapa kondisi atau trauma kehidupan seperti stres, kematian, PHK atau perceraian bisa membuat tubuh mereproduksi adrenalin berlebih yang dapat merangsang denyut jantung dan mengalami palpitasi (rasa tidak nyaman karena jantung berdebar-debar). Untuk itu sebaiknya tidak menyembunyikan kondisi kehidupan yang bisa mengancam kesehatan agar dokter bisa memantau lebih teliti.

5. Mengatakan bahwa kondisinya baik-baik saja
Semua orang ingin terlihat baik-baik saja sehingga akan mengatakan bahwa ia melakukan program latihan dan mengonsumsi makanan yang sehat, tapi nyatanya tidak. Padahal kondisi ini tidak serta merta membuat kesehatan jantungnya meningkat. Karena jika seseorang mengaku tidak mengalami sakit dada lalu melakukan berbagai aktivitas fisik justru bisa membahayakan kondisi jantungnya.

Untuk itu agar pasien tidak berbohong dengan kondisinya, carilah dokter yang memiliki hubungan kerja baik, bisa dipercaya dan mau mendengarkan. Hal ini akan membuat pasien lebih mudah untuk terbuka dan jujur.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Search

Memuat...