Hati-hati Beri Antibiotik pada Anak yang Belum Tumbuh Gigi

Diposkan oleh admin on Jumat, 11 Februari 2011

img
Jakarta, Sebaiknya hati-hati memberi antibiotik pada anak yang belum tumbuh gigi. Alih-alih membuat anak sehat, antibiotik justru bisa membuat gigi anak menjadi kuning secara permanen dan bahkan tak bisa diputihkan dengan bantuan bleaching (memutihkan gigi) sekalipun.

"Gigi kuning itu bisa karena bermacam-macam, yaitu ada faktor ekstrinsik, intrinsik dan usia," jelas drg Prita Widianti, dokter gigi dari RS Metropolitan Medical Centre, dalam acara konferensi pers 'Make Up Bagi Gigi Anda' di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (10/2/2011).

Kalau faktor ekstrinsik, lanjut drg Prita, biasanya dari makanan dan minuman, misalnya makanan yang mengandung kunyit, teh, kopi, soda yang dikonsumsi dalam jangka panjang dan terus menerus. Kondisi gigi kuning seperti ini bisa diputihkan dengan bleaching.

"Sedangkan kalau faktor instrinsik itu dari dalam. Pernah lihat orang yang giginya coklat belang-belang atau abu-abu? Itu biasanya karena antibiotik," jelas drg Prita yang juga cosmetic dentofacial care.

Menurut drg Prita, antibiotik tertentu yang diminum berlebihan oleh anak usia 1-2 tahun, saat gigi belum mulai tumbuh, dapat menyebabkan giginya tumbuh kuning atau coklat secara permanen yang tidak bisa diputihkan kembali dengan bleaching sistem apapun.

"Jadi pada saat gigi belum tumbuh, antibiotik mempengaruhi sistem benihnya. Nah, waktu tumbuh itu jadi ada noda. Kalau kondisinya seperti ini nggak bisa di whitening, sistem apapun nggak bisa," lanjut drg Prita.

Jalan satu-satunya untuk memutihkan gigi yang kuning permanen ini adalah dengan pelapisan vinir atau porselen pada gigi yang bersifat permanen.

"Itu harus pakai pelapis satu-satu, karena pakai whitening dari dokter pun nggak bisa. Dengan pasta gigi apapun juga nggak bisa. Itu udah dari dalam," tegas drg Prita.

drg Prita menjelaskan, perawatan gigi yang bisa membantu orang dengan kondisi kuning permanen hanyalah pemutihan gigi secara permanen, yaitu dengan melapisi gigi dengan lapisan tertentu atau ditambal dengan vinir atau porselen.

Berbeda dengan proses bleaching yang tak bisa memilih tingkat kecerahan gigi, untuk pelapisan gigi dengan vinir atau porselen, pasien bisa memilih sendiri derajat keputihan gigi yang diinginkan. Putihnya pun bersifat permanen karena berasal dari lapisan tambahan.

Dan untuk perawatan yang harus melapisi gigi satu persatu, drg Prita mengatakan biayanya mencapai 5-10 juta per gigi.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Search