Pengobatan Varises dengan Semburan Uap

Diposkan oleh admin on Sabtu, 25 Desember 2010



img



Rotterdam, Pegal-pegal, panas dan nyeri adalah keluhan umum yang dirasakan penderita varises. Selain mengganggu penampilan, punya varises juga sering menghambat aktivitas. Kini ada cara baru menyembuhkan varises dengan semburan uap.

Varises adalah urat pada dinding yang lemah sehingga menyebabkan tonjolan di atas permukaan kulit. Tonjolan ini bisa muncul karena kebocoran katup dalam pembuluh saphenous di kaki yang mencegah aliran darah menuju jantung. Varises menyebabkan sakit, gatal dan terkadang terjadi komplikasi lain seperti eksim atau bisul.

Perempuan dua kali lebih mungkin menderita varises, karena estrogen tampaknya memiliki efek relaksasi pada dinding pembuluh darah, sehingga membuat katup lebih rentan terhadap kebocoran.

Orang yang berisiko tinggi terkena varises adalah ibu hamil, juru masak, perawat, pelayan, penata rambut dan pekerjaan lain yang mengharuskan duduk atau berdiri lama.

Dilansir dari Dailymail, Rabu (20/10/2010), peneliti dari Erasmus University, Rotterdam mengembangkan perangkat baru untuk mengobati varises, yaitu dengan semburan uap panas.

Alat sembur uap ini diberi nama Steam Vein Sclerosis (SVS). Sistem SVS terdiri dari generator uap dan handpiece yang menyuntikkan pulsa kecil atau semburan uap melalui kateter ke dalam vena.

Pada pengobatan ini, dilakukan anestesi (pembiusan) lokal, karena alat ini menghasilkan suhu hingga 120 derajat celsius untuk memanaskan pembuluh darah, sehingga menyebabkan dinding tonjolan varises runtuh. Kemudian kateter perlahan-lahan ditarik kembali untuk mengobati semua urat.

Perangkat yang lebih kecil dari batang korek api dan dapat mengeluarkan semprotan uap super panas ke dalam pembuluh darah ini merupakan pengobatan terbaru untuk mengobati varises yang menyakitkan.

Pengobatan uap ini telah terbukti efektif dalam pengurangan dan perusakan pembuluh darah yang membengkak.

Menurut peneliti, efek samping dari pengobatan ini lebih kecil ketimbang terapi lain. Peneliti juga mengatakan bahwa pengobatan dengan alat ini cukup dilakukan selama 1 minggu dengan memblokir vena tanpa ada darah yang mengalir

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Search