HEBOH! Putra Cendekiwan Muslim Mengaku Sebagai TUHAN di Facebook

Diposkan oleh admin on Sabtu, 13 November 2010

ARAB --- Seorang blogger misterius mengguncang dunia Arab dengan mengklaim bahwa ia adalah Tuhan dan melontarkan kata-kata yang menghina Nabi Muhammad. Belakangan hari diketahui dia adalah WalidHusayin (26), putra cendekiwan muslim di wilayah itu.

Dalam beberapa tahun, Walid diduga mem-post berbagai argumen atheis di blog berbahasa Arab dan Inggris. Blog bahasa Arabnya sudah dikunjungi lebih dari 70 ribu pengunjung, kebanyakan dari negara-negara Arab. Walid juga diduga memiliki tiga grup di Facebook, yang secara sarkastik jadi ajang pendeklarasian diri sebagai Tuhan.

Ia harus dihukum di depan publik, untuk jadi pembelajaran bagi lainnya
Abdul-Latif Dahoud, penduduk Qalqiliya
Dengan memalsukan ayat Al Quran, ia pun memerintahkan pengikutnya untuk menghisap ganja. Aksi itu menuai hujatan dan kemarahan umat beragama, khususnya umat muslim. Aparat kemudian menyidik dan menguak identitas blogger itu.

Blogger misterius itu ternyata seorang tukang cukur pemalu yang tinggal di Tepi Barat, wilayah kekuasaan Palestina, Walid Husayin (26), pura dari cendekiwan muslim di Arab.Walid juga dikenal sebagai pemuda yang rajin salat Jumat berjamaah.

Husayin mempost berbagai argumen anti-agama itu di Internet saat waktu luangnya. Husayin sudah ditahan dan terancam hukuman penjara seumur hidup. Bahkan, sejumlah orang menuntut agar Walid dihukum mati.

'Ia harus dihukum di depan publik, untuk jadi pembelajaran bagi lainnya,' kata Abdul-Latif Dahoud (35), seorang penduduk Qalqiliya, kepada media setempat.

Ibunya pernah memrgoki Walid beraksi di blog dan akun Facebook-nyasehingga ibunya langsung memutus sambungan Internet di rumah mereka. Karena itu Walid menggunakan jasa warnet untuk melanjutkan kegiatan ateisnya itu.

Walid kepergok oleh pemilik warnet, Ahmed Abu-Asal, yang curiga karena Walid menghabiskan waktu tujuh jam sehari di unit komputer paling pojok di warnetnya.

Keluarga Walid merupakan pihak yang paling terluka menghadapi kasus ini. Aya Walid beruullangkali menghiba agar media tak terus menerus memberitakan anaknya itu. Dua sepupu Walid yang enggan menyebutkan namanya, mengungkapkan, bahwa Walid menderita depresi karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.







http://www.google.com/reader

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Search