Cekcok Saat Berhubungan Intim Berujung Maut

Diposkan oleh admin on Jumat, 19 November 2010

SURABAYA, -- Masih ingat pembunuhan sadis yang menimpa wanita telanjang dengan pisau masih menancap di ulu hati korbannya. Ternyata, pelakunya adalah Santosa Weenario alias Jiang (48). Polisi akhirnya menetapkan dirinya sebagai tersangka pembunuhan istrinya sendiri, Silvia Julia, 39, oleh penyidik Reserse Mobil (Resmob) Polrestabes Surabaya, Senin (15/11/2010).

Penetapan status tersangka itu dilakukan setelah pria warga Jl Kemayoran Baru I/66 itu bisa dipojokkan oleh cecaran pertanyaan penyidik. Jiang terus memberikan keterangan yang mencla-mencle meski penyidik telah mengajukan beberapa fakta yang mengarahkan dia sebagai pelaku pembunuhan Silvia atau Silvy.

Fakta-fakta itu antara lain, tidak ada pintu atau jendela rumah yang rusak, sehingga diduga kuat pembunuhnya tinggal di rumah itu. Jiang juga mengaku sedang tidur ketika pembunuhan itu diduga terjadi.




Ilustrasi



Namun ketika ditodong pertanyaan soal luka di jari telunjuk kanannya, Jiang tak berkutik. “Setelah saya periksakan ke dokter, luka 2 cm itu baru. Lalu tersangka mengakui akibat rebutan pisau dengan korban,” tutur Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Anom Wibowo, Senin (15/11).

Jiang mengakui jika luka sayat di jari telunjuk kanan itu akibat rebutan pisau dengan istrinya.

“Waktu itu istri saya berusaha mempertahankan pisau dan jari saya kena sedikit,” kata Jiang kepada penyidik.

Menurut Anom, saat kejadian berlangsung, korban Silvy mendarita puluhan luka sayat di bagian telapak tangan kanan dan kiri. Juga di bagian perut, lengan kanan dan kiri serta kaki. Luka itu akibat korban melawan saat akan ditusuk tersangka.

“Luka ditelapak tangan kanan dan kiri korban sepertinya sedang menangkis serangan yang dilayangkan secara bertubi-tubi oleh tersangka,” jelasnya.

Ulu hati korban baru tertembus pisau sepanjang 40 cm setelah ibu satu anak itu berusaha menangkis serangan dalam keadaan jatuh. Pisau yang diambil tersangka dari meja makan itu ditusukkan lalu dicabut lagi dan ditusukkan lagi hingga tinggal gagangnya yang terlihat.

Mantan Kasat Pidum Ditreskrim Polda Jatim itu menjelaskan, pergumulan itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Karena diserang begitu rupa, Silvy berteriak minta tolong dengan harapan para tetangganya mendengar.

Sebenarnya teriakan itu benar-benar didengar para tetangga. Tetangga korban datang ke rumah tersangka mulai pukul 23.30 WIB hingga pukul 00.30 WIB, tapi tak juga dibukakan. Malah, Jiang mengganjal pintu satu-satunya itu dengan meja dan kursi.

“Pintu itu sebenarnya sudah didobrak, tapi tetangganya tidak bisa masuk untuk mengetahui kejadian di dalam rumah,” jelasnya.

Kenapa tidak dibukakan pintu? “Kalau dibukakan, tetangganya akan tahu Jiang telah membunuh istrinya,” katanya.

Di hadapan penyidik, tersangka berdalih bahwa saat digedor tetangganya tersangka pura-pura tidur di lantai II. Padahal, korban waktu itu dalam kondisi telanjang sudah bersimbah darah dan pisau sudah menancap di ulu hati korban.

“Tersangka mengaku jengkel dan menuduh istrinya berselingkuh,” tutur AKBP Anom.

Jiang semakin jengkel setelah uang hasil jualan pracangan tidak jelas juntrungannya. Padahal ia sedang butuh uang Rp 60 juta untuk membayar utang.

“Itu kan versi tersangka. Yang kami tangani adalah masalah pidananya, kenapa Jiang membunuh,” sambungnya.

Pengakuan lain yang meluncur dari mulut Jiang adalah, bahwa cekcok berujung maut terjadi di tengah suasana asyik masyuk. Suami istri itu sedang berhubungan badan ketika insiden itu terjadi. Inilah yang menjelaskan mengapa korban ditemukan dalam kondisi telanjang.

Kata Anom, di tengah pergumulan di atas ranjang itulah Jiang menuduh si istri punya pria idaman lain. Suasana romantis pun buyar seketika dan berubah menjadi cekcok berujung maut itu.

“Iya memang benar waktu itu akan melakukan hubungan badan,” kata Jiang kepada penyidik.

Kanit Resmob Polrestabes Surabaya AKP Pribadi menjelaskan, sekitar tahun 2003 tersangka pernah dilaporkan istrinya akibat menganiaya ke Polsek Krembangan. AKP Agung yang waktu itu berpangkat Ipda sebagai Kanit Reskrim tidak kaget lagi jika ada perseteruan di keluarga Jiang.

“Pada punggung istrinya (korban) waktu itu sampai ada bekas balok yang dipukulkan. Kepalanya juga dibenturkan ke lantai beberapa kali,” ungkapnya.

Seperti diketahui, warga Jl Kemayoran Baru I sempat dibuat geger karena Silvia Julia tewas di kamar tidurnya dengan kondisi telanjang dan pisau tertancap di ulu hati. Orang yang pertama kali mengetahui kejadian ini adalah suaminya sendiri, Santosa Weenaria alias Jiang. Setelah tahu istrinya terkapar, Jiang terlihat terburu-buru mendatangi rumah Ketua RT 3, Amari dan ditemui istrinya, Ny Sri Minarsih. Sri dan Amari lalu menyaksikan jasad Silvy tergeletak di atas kasur.

Lalu apa yang dilakukan Jiang dalam rentang waktu istrinya tewas hingga ia melapor ke RT? Jiang mengaku mendekam di lantai dua. Ia mengaku tidak bisa tidur dan hanya thenger-thenger menyadari istrinya sudah menjadi mayat. Sampai akhirnya ia memutuskan melapor ke pamong kampung."




http://www.google.com/reader

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Search